AlexiusLetlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 6331 kali


Catatan Refleksi
Rabu Maret 2017
YOSUA 7:1-15
LUPAKAN YERIKHO, TAKLUK DI AI
Pdt. Alex Letlora

LUPAKAN YERIKHO, TAKLUK DI AI Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Historia Magistra Vitae-Sejarah adalah guru yang baik. Ungkapan ini hendak menekankan betapa pentingnya menjadi manusia pembelajar. Belajar dari berbagai peristiwa, belajar dari guru, belajar dari sejarah. Setiap peristiwa lalu menjadi guru kehidupan yang memberi nilai tambah untuk menatap hari esok. Ketika manusia tidak terbuka pada pengalaman yang dijumpainya sebagai sebuah guru kehidupan maka dapat dipastikan bahwa hidup menjadi lebih sulit dan tidak berkembang. Menjadi manusia pembelajar adalah kesediaan untuk terus mengamati perjalanan hidup dalam kesetiaan pada Allah. Menjadi manusia pembelajar lalu membuahkan pemahaman yang arif bahwa kehidupan ini sangat berarti.

Apa yang terjadi pada umat Israel dalam bacaan ini menunjukkan terjadinya perubahan pada umat. Mereka yang tadinya setia kini menjadi tidak setia kepada Allah (ayat 1). Perikop ini diwali dengan sebuah pernyataan terbuka bahwa umat tidak setia/ berubah kesetiaannya. Mencuri adalah dosa kepada Allah. Mengapa demikian? Sebab dengan mencuri nampak bahwa umat berlaku curang, berlaku jahat terhadap Allah. Sikap ini jika tidak segera diakhiri akan menghadirkan umat Allah yang berperilaku curang terhadap Allah dan sesama. Bibit yang merusak relasi perjanjian ini harus segera diakhiri sebab mencemari sendi-sendi ketaatan yang diperlukan untuk menjawab kasih karunia Allah.

Jika mereka belajar dari kisah Jerikho maka umat akan tiba pada pemahaman bahwa bukan mereka tetapi Allah yang membela dan menyerahkan Yerikho. Maka ketika pencurian terjadi hal itu menodai kehidupan mereka dan berpengaruh terhadap cara pandang mereka kelak. Inilah pelajaran yang sangat penting, prinsipil dan mendasar. Jangan sekali-kali mencuri milik Allah. Kekalahan di Ai adalah awal kegagalan umat jika tidak segera membenari diri. Ai dapat menjadi kisah yang didengar oleh bangsa-bangsa lain dan menjadi motivasi untuk mengalahkan Israel sebab Allah telah meninggalkan mereka (ayat 9). Keadaan inilah yang harus segera diatasi, tidak dibiarkan berkembang dan ada sikap tegas terhadap kecurangan, kejahatan sebagaimana dilakukan oleh Akhan (ayat 1).

Sahabat-sahabat terkasih,
Perikop ini memberi pelajaran penting yakni:
1. Yerikho adalah kisah manis yang harus terpelihara dalam kehidupan umat. Yerikho menjadi pelajaran penting untuk tidak melupakan sejarah. Menemukan keindahan pertolongan Tuhan dengan cara yang luar biasa. Maka Ai harus dihadapi dengan kesetiaan pada Allah sehingga mencuri adalah bentuk penolakan terhadap karya Allah.
Bukankah kita juga punya pengalaman Yerikho. Pengalaman manis dimana Allah bertindak menolong kita mengatasi setiap "tembok Yerikho" yakni tembok pergumulan, ketakutan, kebimbangan dan tembok-tembok lainnya. Kita perlu belajar menempatkan pengalaman iman dalam kesetiaan kepada-Nya sehingga tetap rendah hati mengakui bahwa Tuhan sungguh amat baik.
2. Ai adalah kisah pahit dari umat yang tidak mau belajar dari sejarah Yerikho. Kisah yang merendahkan nilai umat sebagai umat Allah. Ai adalah bentuk kecurangan yang bisa saja kita lakukan terhadap Allah dan sesama. Kisah Ai adalah kisah kegagalan memahami kesetiaan Allah yang berujung pada kegagalan. Melalui kisah Ai kita dapat memahami bahwa kesetiaan adalah suatu yang penting (band Yes. 55:3). Kisah ini sekaligus mengingatkan kita untuk terus menjaga kesetiaan kepada Allah yang telah melakukan penyertaan. Setialah kepada Tuhan sekalipun persoalan dan tantangan menghadang. Setialah pada Tuhan dengan tidak menjadi pencuri milik-Nya.

3. Permohonan Yosua adalah keteladanan. Bersikap jujur kepada Allah adalah sikap yang tidak didasarkan motivasi untuk mengelabui Allah. Allah menentang kejahatan tetapi Ia tidak menolak seorang yang datang dengan permohonan kepada-Nya. Permohonan Yosua adalah permohonan dalam pengakuan bahwa umat memerlukan keterlibatan Allah. Pengakuan bahwa tanpa Allah mereka akan binasa. Maka penting bagi kita untuk mengajukan permohonan dalam pengakuan bahwa Allah sajalah yang akan membela kita. Sebuah pengakuan yang bertolak dari sejarah kehidupan kita selaku umat Allah.

Maka bagi kita semua di minggu-minggu pra-paskah ini hendaklah selalu mengingat bahwa tanpa keterlibatan Allah kita pasti terkulai dan kalah menjalani kehidupan ini. Hendaknya kita selalu belajar dari pengalaman kita tentang kesetiaan Allah. Nilai kehidupan kita tidak ditentukan orang lain tetapi ditentukan oleh seberapa kuat kita bersandar kepada-Nya. Makan janganlah mencuri sebab didalam tindakan itu terkandung ketidaksetiaan dan kejahatan bahkan pesonanya mematikan. Tetap semangat dan hindarilah kejahatan dari setiap usaha kita untuk mengatasi setiap masalah.Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th





Arsip Catatan Refleksi:

Jumat, 10 Nopember 2017
DUNIA PASCA FAKTA DAN DELUSI MASA KINI (Refleksi Hari Pahlawan Nasional)

Jumat, 10 Februari 2017
SUAMI-ISTRI MERAWAT ASA MENUAI KUASA

Jumat, 10 Februari 2017
HIDUP ADALAH SOAL FOKUS DAN KONSISTEN

Jumat, 10 Februari 2017
MASIH ADA ALLAH

Rabu, 23 Nopember 2016
KETELADANAN PAULUS

Kamis, 14 April 2016
KASIH MEMPERKAYA SESAMA

Kamis, 14 April 2016
JANJI YANG DITEPATI

Selasa, 12 April 2016
BERTOBATLAH

Selasa, 12 April 2016
“HIKMAT ADALAH TULANG PUNGGUNG KEHIDUPAN”

Senin, 08 Februari 2016
MELALUI PERSAUDARAAN YANG KOKOH KITA WUJUDKAN SOLIDARITAS ANTAR SESAMA MELAWAN KETIDAK-ADILAN

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat Immanuel, Depok. Melayani selama 27 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
SEPATU YANG BERLUBANG
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori Catatan Refleksi:
Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (39), Catatan Refleksi (68), Download Materi (2), Khotbah (151), Photo Keluarga (34)